Tampilkan postingan dengan label Spare Part. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spare Part. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Stopper Block Untuk Angular Head

Beberapa waktu ini, saya dipusingkan dengan yang namanya "Angular Head". Angular Head adalah salah satu alat bantu untuk mengubah transmisi putaran yang biasanya lurus dengan arbor pada mesin CNC/conventional diubah sesuai dengan arah yang akan diinginkan. Alat ini digunakan biasanya untuk membuat efisien proses kerja manufactur suatu benda kerja tanpa mengubah posisi benda kerja bahkan memindahkan ke mesin yang lain karena area pengerjaan yang tidak memungkinkan pada mesin itu. Ketika kita menginstall benda ini ke mesin CNC atau conventional kita dibutuhkan alat untuk mengunci Angular head agar tidak ikut berputar dengan arbornya. Nama alat ini adalah Stopper Block. Hanya saja ketika kita membuat stopper block ini, ada informasi-informasi yang harus kita ketahui sebelumnya,
a. Pastikan type arbor kalian sama dengan arbor pada Angular Head ini.
b. Pastikan maksimal berat Tool Anda tidak melebihi titik maksimum Tool Magazine Anda
c. Ukurlah beberapa ukuran yang akan mewakili bentuk stopper Anda (untuk lebih detailnya bisa download di link ini) File saya dapatkan langsung dari sebuah perusahaan manufaktur holder bermerk NIKKEN Japan.

Trouble Shooting for Indexable Milling Cutters


Trouble Why? What to do
too much flank wear * Too fast cutting speed * Slower the cutting speed
* Too slow feed * Feed up
* Wrong insert grade * More wear resistant grade
* Wrong angles * Larger clearance angle
* Vibration * Check the machine, clamp, and cutter
Too much rake wear * Too slow cutting speed * Slower the cutting speed
* Too fast feed * Lower the feed
* Wrong insert grade * More wear resistant grade
* Wrong angles * Larger rake angle
Thermal crack * Too fast cutting speed * Lower the cutting speed
* Too much depth of cut * Lower the depth of cut
* Too fast feed * Lower the feed
* Too large diameter * Smaller diameter
* Wrong insert grade * more heat resistant grade
* Coolant * Dry cut
Welding * Too slow cutting speed * Faster cutting speed
* Too slow feed * More feed
* Wrong angles * Larger rake angle
* Wrong insert grade * Better insert grade
Chipping * Thermal crack * Slower the cutting speed
* Welding * Faster cutting speed
* Too fast feed * Lower the feed
* Wrong angles * Smaller angles
* Wrong insert grade * More stiff grade
* Vibration * Check the machine, clamp, and cutter
Breakage * Chipping * Things for chipping
* Weak Machine or clamp * Stronger machine and clamp
* Chip jam * Larger chip room
Chattering * Too fast cutting speed * Slower the cutting speed
* Too fast feed * Lower the feed
* Too much depth of cut * Smaller depth of cut
* Too many teeth * Fewer teeth
* Chip jam * Larger chip room

CUTTING TOOLS

A. Alat Potong Cutter
  1. Berdasarkan fungsi dan bentuknya
    1. Cutter face cutting
      1. End Mill Cutterendmill cylinderMerupakan cutter dengan sisi potong pada ujung muka dan pada sisi spiralnya, End Mill dibuat dari diameter 0.5 – 50 mm dengan tipe tangkai yang bermacam – macam, ada yang bertangkai lurus dan ada yang konus.
      2. Shell End Mill Cuttercutter finishingCutter type ini memiliki lubang berpasak pada bagian tengah cutter yang berfungsi untuk pemasangan pada arbor, dibuat dengan diameter antara 30 – 200 mm. Pada cutter ini terdapat sisi potong pada ujung muka dan pada sisi spiralnya.
    2. Cutter side cutting
      1. Plain Mill CutterFig-206-Spiral-Cutter-with-Nicked-Teeth-for-Heavy-CutsCutter ini digunakan untuk pengefraisan horisontal dari permukaan yang datar. Memiliki bentuk hampir sama dengan SEMC tetapi cutter ini hanya memiliki sisi potong spiral pada bagian meingkarnya, dan memiliki lubang berpasak untuk pemasangan pada arbor.
      2. Disk CutterPlain Tooth Side Milling Cutter pic1Cutter ini memiliki bentuk pipih dan dapat digunakan pada pembuatan slot maupun slitting, sisi potong dari cutter jenis ini ada yang rata, dan ada juga yang zig-zag.
    3. Cutter profil
      1. Dove Tail Cuttertooling-dovetail cutterDove Tail Cutter digunakan untuk menghasilkan profil dove tail (ekor burung) pada benda kerja. Sisi potongnya berbentuk sudut 45o,60o atau 90o
      2. T-slot Cutterh5912T-slot Cutter digunakan untuk membuat alur berbentuk T. memiliki sisi potong di bagian yang melingkar, dengan sudut helix yang saling berlawanan. T-slot Cutter ada 2 jenis, yaitu T-slot dengan shank rata dan T-slot dengan shank berulir.
      3. Prisma Cuttermilling-cutters_10723797_250x250Cutter yang digunakan untuk menghasilkan profil V pada benda kerja, dengan sudut potong 45o, 600 dan 90o
      4. Hobbing Cutterdfeq_RljProduct01Cutter yang digunakan pada mesin milling hobbing, untuk menghasilkan profil berbentuk roda gigi (gear)
      5. Modul Cutterproduct_14015_lCutter ini digunakan untuk membuat roda gigi dengan modul tertentu, dan menggunakan mesin milling konvensional dalam pengerjaannya, bentuknya hampir sama dengan cutter hobbing tetapi pipih.
  2. Berdasarkan fungsi pengerjaannya
    1. Cutter roughing
      endmill cylinder
      Cutter yang digunakan untuk proses roughing pada benda kerja, dimana proses pengerjaan dilakukan dengan depth of cut yang besar.
    2. Cutter finishing
      carbide-finishing-milling-cutter-43222
      Cutter yang digunakan untuk proses finishing, dengan depth of cut yang lebih sedikit dibandingkan proses roughing, dan biasanya menghasilkan permukaan yang lebih halus
  3. Berdasarkan arah putarannya
    1. Cutter putaran kiriApabila putaran cutter berlawanan arah dengan arah putaran jarum jam.
    2. Cutter putaran kananApabila putaran cutter searah dengan arah putaran jarum jam.
  4. Berdasarkan material benda kerja
    1. Cutter type N ( normal )
      1. Digunakan untuk material yang normal sampai 70 ( kg/mm2),
      2. Sudut potong ( β ) tidak begitu besar ± 73o,
      3. Sudut spiral ( γ ) tidak begitu besar ± 30o,
      4. Kisarnya tidak begitu besar sehingga mempunyai jumlah gigi yang tidak begitu banyak,
      5. Pemakan untuk tiap gigi tidak begitu besar.
    2. Cutter type H ( keras )
      1. Digunakan untuk material yang ulet dan keras ( baja panduan, baja tuang, Spk ) sampai 100 ( kg/mm2),
      2. Sudut potong ( β ) besar ± 81o,
      3. Sudut spiral ( γ ) kecil ± 25o,
      4. Kisarnya kecil sehingga mempunyai jumlah gigi yang banyak,
      5. Pemakan untuk tiap gigi kecil.
    3. Cutter type W ( lunak )
      1. Digunakan untuk material lunak,
      2. Sudut potong ( β ) kecil ± 57o,
      3. Sudut spiral ( γ ) besar ± 35o,
      4. Kisarnya besar sehingga mempunyai jumlah gigi sedikit,
      5. Pemakan untuk tiap gigi besar.
B. Alat Potong Selain Cutter
  1. Alat potong twist drill
    IMG_0159 (27)
    Alat potong yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja, tangkainya ada yang silindris dan ada yang konus.
  2. Alat potong reamer
    IMG_0160
    Alat potong yang digunakan untuk memperbesar sebuah lubang, dan biasanya lubang yang dihasilkan berukuran presisi (ISO).
  3. Alat potong thread ( Tap / Sney )
    IMG_0167
    Alat potong yang digunakan untuk membuat ulir dalam / luar pada benda kerja. Ukurannya ada yang metric (mm) ada yang Whitworth (inchi)
  4. Alat potong boring
    IMG_0172
    Alat potong yang digunakan untuk memperbesar lubang, atau membuat lubang khusus yang tidak bisa dikerjakan dengan Twist Drill ataupun Reamer.
Sumber:
http://andryanto86.wordpress.com/artikel/cutting-tools/

Bevel protractor in English version



Bevel protractor is a measuring tool that measures the angle between two intersecting lines. Bevel protractor consists of main scale, vernier scale, blade, beam, swivel plate, and dial. It can be used to establish and test angles to very close tolerances, because it reads to 5 minutes or 1/20o and can be used completely through 360o. How to use it? First, we must unscrew the large clamp on the front of the protractor. This loosens the blade, so that we can swivel it. After that, align the beam of the protractor on one side of the angle, and take the swivel the blade to form the other side of the angle. Then, tighten the large clamp. Find the zero on the vernier scale. And then, read the number of degrees on the main scale, directly above the zero on the vernier scale. Read the minutes on the vernier scale. The minutes are found by looking on the vernier scale, and noting the first place where the line on the vernier scale lines up with the line on the main scale.

Straight gear in English

Straight gear can also be called spur gear. Straight gear is gear that its simple construction form like cylinder that doesn’t too thin or has certain thick measurement. One of the straight gear profit it easy in its making process.
Straight gear transmit rotate movement from one axis to other axis. The axis must be rotated with the same speed or the opposite, the same direction or the opposite. But it must have the same module. Usually this gear is used to transmit the power in the circle of two axis that it has parallel position. In general gear theory there is belief that gear is rigid work piece that almost doesn’t change its form for long time. In making straight gear has parameters that must be indeed, for example that has relation with its size that showed in the picture below:
Straight gear terminology
Information:

Dt = Diameter tusuk ( Stick Diameter) = z x m
Dk = Diameter kepala (Head Diameter) = Dt + 2m
Dr = Diameter dasar (Base Diameter) = Dt – 2 Hg
Ha = Tinggi kepala gigi (High of teeth Head) = 1 x m
Hi = Tinggi kaki gigi (High of teeth leg) = 1,25 x m
Z = Jumlah gigi ( Teeth Quantity)
Hg = Dalam gigi ( Inside the teeth) = 2,25 x m
P = Tusuk gigi (pitch) = p x m
Tg = Tebal gigi ( Teeth thick) = 1,5708 x m
b = Lebar gigi ( Teeth wide ) = 0,75 x m
Making Process
1. In Hobbing machine
In ATMI we can find this making process in the Pfauter machine. The work piece that is still in the solid position will be sliced by hobbing cutter. The main requisite cutter that used must has the same module as the work piece that will make.
2. In milling machine
Process in this machine is done manually. We must use additional tool that is dividing head for define the amount of teeth in the work piece that will be make with the mediator gear ratio that is arranged certainty can get gear that suitable for work piece that will make cutter module that is turned in spindle
3. Gear Cutting machine
The process in this machine use hydraulic system. Cutter move up and down with the measurement that has been set, slice the work piece that the circle has been set step by step.

This three gear making process will not fluent if do not use oil. Oil has function as the cooling liquid, slippery so that there will be slip and durable the cutter until it can be used in the long time.
DOWNLOAD
Straight Gear.ppsx

WORM GEAR

PENGERTIAN DAN SIFAT
Roda gigi cacing adalah jenis roda gigi yang terdiri dari 1 atau lebih gigi dengan bentuk menyerupai sekrup. Biasanya dibuat bersama dengan pasangannya, pasangan roda gigi cacing sering disebut pinion/poros cacing.
Secara fisik, roda gigi cacing memiliki cekungan di tiap giginya. Cekungan ini bertujuan mengubah titik kontak antara roda gigi dengan pinion/poros cacing yang biasanya berupa titik, menjadi berupa garis. Sehingga kontak yang terjadi menjadi lebih lama, dan dapat menghasilkan media transmisi daya tinggi.
Poros cacing dan roda gigi memiliki perbandingan rasio yang besar. Sebagai contoh, roda gigi heliks biasanya terbatas pada rasio gigi kurang dari 10:1, sementara roda gigi cacing memiliki variasi rasio dari 10:1 ke 500:1. Kerugian dari pasangan roda gigi cacing adalah rendahnya efisiensi karena perbandingan rasio yang cukup besar.
Roda gigi cacing termasuk kedalam jenis helical gear, namun memiliki sudut yang agak besar (hampir 90 derajat) dan ukurannya biasanya cukup panjang dalam arah aksial dan oleh karena itu bentuknya menyerupai sekrup. Perbedaan antara roda gigi cacing dan roda gigi heliks adalah roda gigi cacing dibuat sekurang-kurangnya satu gigi berlangsung selama satu putaran penuh mengelilingi heliks. Sebuah roda gigi cacing memungkinkan untuk memiliki satu gigi saja. Pada roda gigi cacing terlihat seperti memiliki banyak gigi, namun sebenarnya hanya satu satu gigi saja namun mengelilingi poros tersebut seperti ulir. Sekrup yang memiliki satu awalan saja disebut ulir tunggal. Sedangkan yang memilki lebih dari satu awalan disebut ulir majemuk. Sudut heliks cacing biasanya tidak ditentukan.



Dalam pasangan roda gigi cacing, pergerakan hanya mungkin dilakukan oleh poros cacing saja. Di sini roda gigi tidak mungkin untuk memutar poros cacing. Terutama jika sudut lead-nya kecil, roda gigi mungkin hanya mengunci terhadap poros cacing, karena komponen gaya keliling ke cacing tidak cukup untuk mengatasi gesekan. Pasangan roda gigi cacing yang melakukan penguncian diri disebut self locking, yang merupakan sebuah keuntungan dari penggunaan pasangan roda gigi ini, misalnya ketika diinginkan untuk mengatur posisi suatu mekanisme dengan memutar poros cacing dan kemudian memiliki mekanisme menahan posisi tersebut. Contohnya adalah pengatur senar pada gitar.
Hal ini menjadi unik karena hanya terjadi pada mekanisme roda gigi cacing, dimana poros cacing dapat dengan mudah memutar worm gear, namun worm gear tidak dapat memutar poros cacing. Hal ini disebabkan oleh kecilnya sudut roda gigi cacing sehingga saat worm gear diputar, justru terjadi self locking.
Jika gigi pada pasangan roda gigi cacing, roda gigi heliks biasa hanya satu titik kontak. Jika media transmisi daya tinggi diinginkan, bentuk gigi dari gigi harus dimodifikasi untuk mencapai titik kontak yang lebih banyak dengan membuat kedua gigi sebagian menyelimuti satu sama lain. Hal ini dilakukan dengan membuat kedua cekung dan bergabung dengan mereka pada titik pelana; hal ini disebut cone-drive.
Macam-macam roda gigi cacing:
1. Non Throated Worm Gear → helical gear tanpa ada cekungan pada pasangan kedua roda gigi.
2. Single Throated Worm Gear → cekungan terdapat hanya pada roda gigi.
3. Double Throated Worm Gear → cekungan terdapat pada roda gigi cacing dan poros cacing.
Secara umum, worm gear berfungsi untuk mengurangi kecepatan (memperhalus gerakan). Efisiensi worm gear tergantung pada lead angle, kecepatan putaran, pelumasan, kualitas permukaan, dan prosedur pemasangan/perakitan.

A. CARA PEMBUATAN
Worm Gear seperti yang telah diketahui sebelumnya, terdiri dari 2 bagian yaitu roda gigi dan poros cacing.
Dalam pembuatan roda gigi dapat dilakukan dengan menggunakan hobbing machine seperti dalam pembuatan roda gigi pada biasanya. Sedangkan dalam pembuatan poros cacing dapat dilakukan dengan menggunakan mesin bubut maupun mesin CNC.
Yang harus diperhatikan dalam pembuatan pasangan roda gigi cacing :
1. poros cacing harus memiliki satu center sepanjang poros tersebut (konsentris).
2. kedua modul (pitch) roda gigi harus sama. Jika tidak sama, maka kedua roda gigi tidak akan bias dipasangkan.
3. jumlah kedua sudut helik roda gigi harus 90°, supaya sumbu kedua roda gigi saling tegak lurus.
4. tentukan rasio sebelum membuat roda gigi.

B. APLIKASI

Berikut adalah macam-macam penggunaan pasangan roda gigi cacing.
1. Penggunaan dalam permesinan. Karena pasangan roda gigi ini memiliki yang khusus yaitu self locking dan rasio pasangan yang besar, maka pasangan roda gigi ini sangat cocok untuk pengerjaan permesinan yang presisi. Contoh dari fungsi ini adalah pada kepala pembagi (indexing head).
2. Penggunaan dalam peralatan tambang dan konstruksi. Pasangan roda gigi cacing sangat cocok digunakan dalam pekerjaan yang membutuhkan kapasitas tenaga putaran yang tinggi dan daya tahan terhadap guncangan . contohnya adalah penggunaan feeder breaker dalam proses penambangan.
3. Penggunaan dalam percetakan dan pengepakan. Dalam penggunaan rol mesin cetak, pasangan roda gigi cacing membantu pengerjaan dalam kecepatan tinggi karena sifat presisinya dalam kemampuanya menahan guncangan.
4. Proses pengolahan kertas dan plastic. Pasangan roda gigi ini mampu digunakan pada tenaga putaran tinggi dengan gerakan yang berkesinambungan.